KBLI 31003 Industri Furnitur Plastik — Peluang Usaha & Perizinan Resmi

KBLI 31003 Industri Furnitur Dari Plastik: Peluang, Regulasi, dan Tren Pasar

Industri furnitur dari plastik adalah salah satu segmen manufaktur yang terus berkembang di Indonesia akibat kebutuhan masyarakat terhadap produk dengan desain ringan, tahan cuaca, serta ekonomis. Furnitur plastik tidak hanya hadir di sektor rumah tangga, tetapi juga merambah sektor komersial seperti restoran, café, hotel, fasilitas publik, bahkan ruang outdoor yang memerlukan kursi atau meja yang tahan panas dan hujan.

Melalui Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 31003, industri furnitur dari plastik memiliki kategori tersendiri dalam sistem perizinan di Indonesia. Penetapan KBLI tersebut mempermudah pelaku usaha dalam pengurusan legalitas, perizinan OSS RBA, dan penentuan cakupan aktivitas usaha.

Artikel ini akan membahas definisi industri furnitur plastik menurut KBLI 31003, cakupan aktivitasnya, izin usaha yang dibutuhkan, profil pasar, standar kualitas, hingga peluang ekspor dan branding agar dapat menjadi referensi bagi pelaku usaha.


Pengertian KBLI 31003 Industri Furnitur Dari Plastik

KBLI 31003 merupakan kategori usaha yang mencakup proses produksi furnitur berbahan dasar plastik untuk berbagai kebutuhan. Furnitur dalam konteks ini dipahami sebagai alat pendukung aktivitas manusia di ruang privat maupun publik, seperti kursi, bangku, meja, rak, dan perangkat furnitur lain yang biasanya memiliki fungsi duduk, penyimpanan, atau menopang aktivitas tertentu.

Bahan plastik yang digunakan dalam industri ini mencakup berbagai jenis polimer seperti polypropylene (PP), polyethylene (PE), dan polystyrene (PS), yang dapat dibentuk dengan metode seperti injection molding, blow molding, hingga rotomolding. Karakteristik bahan ini menjadikan furnitur plastik:

  • lebih ringan dibanding material kayu atau logam
  • relatif tahan korosi dan kelembaban
  • mudah dibersihkan dan dirawat
  • memiliki harga produksi yang efisien
  • dapat diproduksi dalam bentuk dan warna variatif

Dalam konteks penjualan ritel, furnitur plastik sering dikategorikan sebagai produk “mass-market” karena orientasinya yang luas dan dapat diproduksi dengan skala besar.


Cakupan Aktivitas Usaha dalam KBLI 31003

Menurut sistem klasifikasi, kegiatan yang termasuk dalam KBLI 31003 meliputi produksi furnitur dengan menggunakan bahan baku plastik untuk berbagai segmen:

  • Furnitur untuk rumah tangga (meja makan plastik, kursi ruang tamu, bangku, rak, dan sejenisnya)
  • Furnitur untuk keperluan kantor (kursi meeting plastik, rak arsip plastik, dan lain-lain)
  • Furnitur untuk restoran, café, dan fasilitas publik (meja lipat, kursi outdoor, bangku taman plastik)
  • Furnitur untuk area rekreasi dan hospitality (kursi pantai plastik, meja kolam renang, dan unit outdoor lain)
  • Furnitur serbaguna (meja rias plastik, rak penyimpanan modular, rak kamar mandi, dll.)

Industri ini juga dapat memasukkan produk furnitur yang memiliki desain modular, furnitur knock-down, serta furnitur dengan fitur lipat yang memudahkan distribusi maupun penyimpanan.


Jenis Aktivitas yang Tidak Termasuk KBLI 31003

Untuk menghindari salah klasifikasi usaha, terdapat beberapa produk dan kegiatan yang tidak termasuk dalam KBLI ini, antara lain:

  • produksi furnitur dari kayu atau bahan campuran kayu
  • produksi furnitur dari logam
  • produksi furnitur laboratorium khusus
  • produksi matras atau kasur (baik pegas maupun busa)
  • produksi komponen furnitur non-plastik

Pemisahan klasifikasi ini penting karena terkait regulasi yang berbeda termasuk persyaratan standar, sertifikasi usaha, dan kode HS untuk ekspor.


Segmentasi Pasar dan Penerapan Furnitur Plastik

Pasar furnitur plastik di Indonesia terbagi menjadi beberapa segmen besar:

1. Sektor Rumah Tangga

Produk furnitur plastik di sektor ini didorong oleh kebutuhan rumah tangga yang mengutamakan harga ekonomis dan kemudahan pemeliharaan. Contoh produk:

  • kursi plastik sederhana
  • meja makan plastik
  • rak penyimpanan modular
  • bangku lipat

2. Sektor Komersial

Segmen komersial memerlukan furnitur yang tahan tekanan beban dan penggunaan jangka panjang, misalnya untuk:

  • food court
  • restoran
  • café outdoor
  • pasar tradisional
  • hotel dan penginapan
  • area event

3. Sektor Publik & Fasilitas

Digunakan pada fasilitas umum seperti:

  • rumah ibadah
  • gedung serbaguna
  • aula komunitas
  • sekolah
  • taman kota

4. Sektor Outdoor & Recreational

Produk yang biasanya tahan cuaca seperti:

  • kursi pantai
  • meja kolam renang
  • bangku taman

Pada level internasional, industri furnitur berkaitan dengan konsep ergonomi, yaitu ilmu yang mempelajari desain yang menyesuaikan pergerakan tubuh manusia. Lebih jauh tentang ergonomi dapat ditemukan pada referensi berikut:
https://en.wikipedia.org/wiki/Ergonomics


Regulasi dan Izin Usaha Melalui OSS RBA

Pelaku usaha yang ingin menjalankan industri furnitur plastik wajib mengacu pada mekanisme perizinan OSS RBA. KBLI 31003 termasuk kategori industri manufaktur sehingga pada umumnya memerlukan:

  • NIB (Nomor Induk Berusaha)
  • Sertifikat Standar (jika produksi skala tertentu)
  • Perizinan beroperasi di sektor industri
  • Persetujuan lingkungan (berdasarkan tingkat risiko produksi)
  • Perizinan gedung dan pabrik (jika memproduksi sendiri)
  • Implikasi tenaga kerja dan K3

Apabila terdapat proses pemanasan plastik, pencetakan, atau penggunaan zat kimia tertentu, maka mungkin diperlukan dokumen lingkungan seperti:

  • UKL-UPL
  • Amdal (untuk kapasitas besar)
  • SPPL untuk risiko rendah

Penting untuk mencocokkan tingkat risiko usaha karena OSS membagi perizinan berdasarkan risiko rendah, menengah, dan tinggi.


Standar Kualitas dan Sertifikasi Industri

Walau tidak selalu diwajibkan secara legal, standar kualitas menjadi bagian penting dalam pemasaran furnitur plastik, terutama untuk kebutuhan ekspor atau penggunaan komersial.

Beberapa standar umum yang sering digunakan dalam industri furnitur antara lain:

  • standar durabilitas
  • standar beban maksimum (load test)
  • standar stabilitas struktur
  • standar keamanan penggunaan
  • standar material food-grade (untuk furnitur kulkas atau dapur)

Sementara itu, standar internasional untuk furnitur plastik sering mengacu pada pedoman material polymer dan pengujian mekanik seperti ISO/TC 136 (Furniture). Referensi mengenai standar ini dapat ditemukan pada:
https://en.wikipedia.org/wiki/ISO_136

Untuk pelaku ekspor ke Eropa atau Amerika, beberapa buyer mensyaratkan compliance tambahan seperti:

  • RoHS (Restriction of Hazardous Substances)
  • REACH Regulation
  • Specific Load Certification

Peluang Ekspor Furnitur Plastik Indonesia

Indonesia merupakan salah satu produsen furnitur yang memiliki pasar ekspor kuat, terutama untuk furnitur kayu. Namun tren furnitur plastik semakin meningkat akibat faktor:

  • efisiensi biaya produksi
  • berat ringan untuk logistik
  • volume besar untuk retail mass-market
  • kebutuhan outdoor di kawasan four-season negara lain
  • permintaan dari pasar hospitality

Negara tujuan utama produk furnitur plastik global antara lain:

  • Amerika Serikat
  • Inggris
  • Timur Tengah
  • Asia Tenggara
  • Afrika

Kawasan Timur Tengah dan Afrika menjadi pasar potensial karena memiliki iklim panas yang mendukung penggunaan furnitur outdoor berbahan plastik.


Tren Industri Furnitur Plastik di Indonesia

Beberapa tren penting dalam industri ini antara lain:

1. Penambahan estetika desain
Furnitur plastik tidak lagi dianggap “murah dan sederhana”. Tren desain saat ini menciptakan tampilan minimalis, modern, hingga premium.

2. Varian bahan polymer campuran
Seperti ABS + PP untuk meningkatkan durability.

3. Modular system
Rak modular plastik populer karena mudah dipindahkan dan dirakit.

4. Hybrid material
Produk dengan kombinasi plastik + bahan lain, misalnya:

  • plastik + kayu
  • plastik + aluminium

5. Circular economy
Dukungan penggunaan plastik daur ulang mulai meningkat.


Strategi Branding dan Distribusi

Pelaku industri furnitur plastik dapat memanfaatkan beberapa strategi distribusi seperti:

  • penjualan langsung ke retail modern (hypermarket, home center)
  • penjualan melalui e-commerce
  • supply ke horeca (hotel, restoran, café)
  • kerja sama dengan kontraktor interior
  • tender pemerintah atau fasilitas publik

Dari sisi branding, pelaku industri dapat menonjolkan:

  • durability dan load-bearing capacity
  • desain ergonomis
  • varian warna dan estetika
  • fitur lipat / modular
  • kemudahan penyimpanan
  • kemudahan perawatan
  • tahan cuaca

Kesimpulan

Industri furnitur dari plastik dalam KBLI 31003 merupakan salah satu sektor manufaktur yang prospektif karena kebutuhan pasar yang besar, karakteristik bahan yang efisien, serta daya adaptasi yang tinggi untuk berbagai segmen. Ke depan, industri ini akan semakin berkembang seiring tren ergonomi, modulasi furnitur, dan circular polymer.

Bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis di sektor ini, legalitas dan perizinan menjadi bagian penting untuk memastikan operasi yang berkelanjutan serta memenuhi standar industri.

Untuk Anda yang berencana mendirikan usaha terutama terkait manufaktur, legalitas usaha, pendirian badan hukum, hingga perizinan OSS RBA, Anda dapat berkonsultasi dengan Hive Five. Kami membantu proses perizinan secara profesional dan terstruktur agar bisnis dapat segera berjalan. Informasi lebih lengkap tersedia di:
https://hivefive.co.id

Layanan Hive Five

HIVE FIVE

PROMO

Testimoni